Pengarang : Dudi Iskandar
Penerbit : Lentera Ilmu Cendekia
Prolog
Titah Suci Jurnalisme adalah dua pakar jurnalisme kondang Bill Kovach dan Tom rosentiels yang membuat standar mutu jurnalisme. Keduanya menyebutkan dengn Sembilan elemen dasar sebuah jurnalisme. Kesembilan elemen tersebut ad969alah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ia merupakan entitas dari sebuah karya jurnalistik mulia.9
BAB 1
INDIKATOR KERUNTUHAN JURNALISME
A. Jurnalisme Bias
Kunci Utama keberhasilankepemimpinan dalam bentuk dan level apapun adalah perbuatan, buka9n sejumlah orasi, segepok konsep,atau segenap perintah.
6696Kepemimpinan transformativ adalah kepemimpina yang mentransformasikan sikap,gagasan, dan perilaku: kepemimpimpinan yang memberi rakyat atau bawahanya inspirasi. Kunci kepemimpinan transformative adalah memberi contob. Ingat rumus universal teadan adalah top-down dariatas ke bawah sebaliknya (but3tom –up).
B. JURNALISME dan ‘AMLOP BESAR
Berita jatuh menjadi menjadi pendiktean oleh kekuatan modal, hasilnya adlaah manipulasi informasiuntuk kepentingan masing-masg kelompok.bukan hanya memberi keuntungan finansial tetapi juga ia memiliki agenda terselubung (hidden agenda.
C. Jurnalisme dan Budaya Copy Paste
Kehadiran teknologi komunikasi dan informasi serta teknologi transportasi menyebabkan percepatan dan kecepatan dalam segala hal termasuk dalam dunia jurnalisme, khususnya berkaitan dengan dengan produksi berita di berbagai media.Komunikasi dan infomasi berkembang kearah penggelembungan ( exresscene), yangmenciptakan masyarakat kegemukan (exrescental society): kegemukan informasi, komunikasi,tontonan, berita dan datayang terpenting berita kini adalah kuantitas sebagai akibatdari jeratan kapitalisme global yang berintikan tiga ideology secara bersama, meterialisme-hedonisme.
Aspek negatif lain dari budaya copy paste adalah menumpulkan senseof new.Wartawan hanya sekedar memenuhi target berita yang dibebankan perusahaan.penciuman terhadap berita diasah melaluipengalaman dilapangan (field of experience)
D. Jurnalisme Pembuat Heboh
Perhaps what the media thought was big national news was not what was really important ti the stock market (Robert J. Shiller)
o Konstruksi social media
o Salah satu pembentukan konstruksi realitas didunia modern adalah media massa..seraya melontarkan kritik terhadap berger dan luckman,burhan bungin menyebutkan media massa,termasuk surat kabar, menjadi variable yang sangat substantive dalam proses eksternalisasi,objektivikasi, dan internalisasi,karena pengaruh media massa itulah ia memunculkan teori nbaru sekaligus revisi terhadap berger dan luckman dengan tiga terminologi, yaitu eksternalisasi, subjektivkasi, dan intersubjektif. Inti dari teori ini terletak pada sirkulasi informasi yang cepat dan luas.
o Konstruksi Berita
Sebuah berita disatu media, khusunya surat kabar bukan hanyarangkaian fakta yang menjadi sebuah kalimat dan paragraph. Ia juga merupakn representasi dari pikiran dan sikap penulis (reporter) dan asisten redaktur sera redaktur (editor). Minimal segala latar belakang budaya,pergaulan dan pendidika wartwan (reporter dan editor )mempengaruhi bagaimana fakta dikonstruksikan dalam sebuah berita.
Berita lebi berpengaruh membentuk opini pembaca daripada tajuk rencana.inilah yang disebut dengan Aart van Zoes, seperti dikutip M. sobur, bahwa tidak ada teks yang tidak pernah lepas dari ideology dan memiliki kemampuan untuk memanipulasi pembaca kearah suatu ideology,.hal ini bisa dimenvgerti karena setiap teks, percakapan atau apapun merupakan bentuk dari praktik ideology atau cermi ideology tertentu
Ada tiga pertimbangan sebuah peristiwa menjadai sebuah peristiwa menjadai berita disurat kabar yaitu ideology,politis dan bisnis.pertimbangan ideology terjadi karena factor pemiik atau nilai-nilai yang dihayati.Pertimbangan politis berangkat dari kenyatan bahwa pers tidak terlepas dari kehidupan politik. Apalagi pers adalah disebut sebagai pilar keempat demokrasi (the fourth estate of democrazy) sedangkan bisnis berkaitan dengan pemasukan dari iklan.
Cara yang paling benar dalmamemihak kebenaran adalah loyalitas terhadap masyarakat (warga Negara) Journalism’s first loyality is to citizen).dan dengan elemen ketiga yaitu disiplin dalam meverifikasi fakta (the essence of journalis is a discipline of verivication.
o Era Baru Konstruksi Media
o Kini hamper semua media cetak dan elektronik membarengi dengan bentukberita online, e-paper dan live streaming,teknologirealtime didalam internet telah memungkinkan setiap penggunanya selalu mendapatkan infomasi secara segera dan live setiap waktu; live business, live music, live perpormance, live video, live new, live attraction,
o Harus diakui internet menciptakan kebebasan individu yang tidak pernah ada dan terbayangkan sebelumnya. Tanpa sekat kultural apapun ; etnis, ras agama, geografis dan strata social individu bebas melakukan aktivitas diruang cyberlinknya.
E. Jurnalisme Tanpa Konfirmasi
Adanya hubungan antara kekuasaan dan pengetahuan secara langsung menjelaskan representatasi dari hubunga power knowledge knowledge is power mengkontrol tatanan social politik.di pihak yang bersebrangan adalah power is knowledge yang bermakna kekuasaan menumbuhkan pengetahuan.
o Berita Tanpa Verifikasi
Apa itu verifikasi fakta ? meurut Kovach dan Rosentiels . keduanya mengatakan ada lima indicator dalm verifikasi fakta yaitu:
1. Wartawan jangan menambah atau mengarang apapun
2. Jangan menipu atau menyesatkan pembaca, pemirsa maupun pendengar bersikaplah setransparan
3. Sejujur mungkin tetang metode dan motivasi
4. Bersandarlah terutama pada reportase sendiri dan
5. Bersikaplah rendah hati,
o Filter Konesptual
Dengan memiliki konseptual, masyarakat masyarakat dalam istilah Raymond Bauer menjadi khalayak kepala batu,Teori ini menyatakan khalayak adalah aktif dan sangat berdaya, mereka tidak adalah kelompok masyarakat yang tidak terpengaruh media mereka berkepala baru,dengan dua konsep komunikasi diatas meunjukan media memang berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap khalayak, tetapi pengaru tesebut disaring diseleksi dan diterima atau ditolak oleh filter konseptual.
o Jurnalisme, Adalah etika ?
Menurut pakar komunikasi Ibnu Hamad ada tiga strategi yang digunakan media untuk membuat wacana . yaitu signing, framing dan priming, signing adalah penggunaaan tanda – tanda bahada baik verbal maupun non-verbal. Framing adalah pemilihan wacana berdasarkan pemihakan dalam berbagai aspek wacana.sedangkan friming berarti mengatur ruang atau waktu untuk mempublikasikan wacana dihadapan khalayak
Secara filosofis, jurnalisme harus tetap berpijak pada prinsip kebenaran, indenpendesi, chack and balance, cover all (multi) sides, verifikasi fakta, dan keberpihakan pada yang lemah.
BAB II
PENYEBAB KERUNTUHAN JURNALISME
1. Postmodernisme.
Alam pikiran postmodern mengutuk apapu tetapi tidak mengusulkan apapun.
Menurutnya , fase postmodermise ditandai dengan gejolak,perang, revolusi yang menimbulkan anarki, runtuhnya rasionalitas dan pencerahan.Masyarakat postmodernisme adalah masyrakat yang secara finasial, pengetahuan, realis, dan semua prasarat masyarakat modern terlampaui. Ia membangun secara prural strategi-strategi revolusioner baru yang sesuai dengan semangat zaman dengan memfoskuskan pada upaya ppada tingkat wacana (discover), kesadaran(consciousness), dan budaya (culture).dalam konteks itulah masyaakat meminjam isti;lah Fritjof Capra membutuhkan turning point (titik balik) untuk kembali ke nilai hakiki kemanusiannya.Menurut Yasraf Amir Piliang kritik terhadap modernism dilakukan dalam dua arah. Pertama,kritik terhadap modernism dilakukan dalam dua arah. Pertama , kritik diri(self critism) seperti yang dilakukan Mazhad Frankfurt, habernas, Adorno, Horkheimer, Marcuse yang mencari titik-titik kritis ideology dari modernitas dalam rangka melanjurtkan proyek modernitas yang belum rampung.Kedua kritik dari luar modernitas atau yang ingin meruntuhkan modernitas yang dianggap telah kehilangan daya utopisnya,Nietzche dan Heidegger adalah yang mengawali kritik terhadap modernitas. Dalam catatan Pauline M. Rosenau ada Lima alasan mengapa terjadi krisi dalam modernisme. Pertama, modernism dinilai tidak bisa mendirikan kehidupan masa depan kehidupan yang lebih baikseperti yang digembar-gemborkan para penganut sejtinya. Kedua, adanya kesewenang wenangan dalam mempergunakan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk melanggengkan kekuasaaan. Ketiga, banyak pertentangan tajam antara teori dan fakta dalam kaidah ilmu modern. Kempat, ilmu pengetahuan dan teknologi modern gagal memecahkan problematika kemanusian. Dari sinilah muncul berbagai partologis social yang justru menghancurkan nilai kemanusiaan itu sendiri, dan yang terakhir aspek mistis dan metafikas terabaikan karena memberi perhatian lebih keada dimensi fisik.yang jelas masyarakat postmodenisme kerap dipakai untuk mendeskripsikan masyarakat setalah era industry (post-indutrial society )masyarakat yang dibangun oleh computer (computer society) masyrakat yang sudah terjerumus pada konsumerisme (consumerim society) masyrakat yang tidak bisa terlepasdari media (media society) dan masyarakat yang dipenuhi dengan tanda (semiurgy society)
o Gejala Postmodernisme
Dari sudit istilah postmodernisme mengandung masalah . ia menyimpan ambigutas dan ketidakjelasan sosok. Salah satunya penggunaan imbuhan “post” dan ismne”.bila “post” digunakan “sesudah” atau melepaskna diri”. Pendekatan tersebut terlalu diametral, hitam putih. Dari sudut itu sebenarnya postmodernisme bukanlari dari paradigm modern, tetapi modern yang radikal.
o ajaran Pokok
Gagasan postmodernismeadalah semua yang ada adalah sebuah teks bahwa bahan pokoknya teks apapun adalah makna –makna yang perlu duiurai atau didekonstruksi, pandangan yang objektif perlu dicurigai dan hermetika (dipahamisebagai aliran filsafatyang bertujua menafsirkan ralitas sebagai teks)adalah nabinya.secara tegas lyotard menyatakan postmodenisme adalah suatu periode ketidakpercayaan pada narasi-narasi raksasa yang sifatnya universal dan esensial semakin dasar.
Secara sederhana ajran pokok postmodernisme terdiri dari
1. menolak universalitas
2. menolak ideology
3. menolak objektivitas
4. mengkritik semua jenis sumber pengetahuan
5. menolak metologi yang tetap dan pasti
o Karakteristik
Mengutip Lyotard Ahmed, mengatakanciri-ciri postmodernisme adalah memiliki keraguan terhadap ,etanaratif, cara yang paling sederhana mengenal postmodernisme adalah mengetahui ciri cirnya, dan ciri ciri tersebut sebagai berikut.
1. Memahami postmodernitas berarti mengasumsikan pertanyaan tantang hilangnya kepercayaan terhadap proyek modernitas, semangat pluralitas, skeptisme terhadap ortodoksi tradisionaldan akhirnya penolakan terhadap bahwa dunia ini sebuah totalitas universal.pendekatan terhadap harapan akan solusi akhir dan jawaban sempurna.
2. Kpostmodernime bersamaan dengan era media dalam banyak cara bersifat mendasar, media adalah dinamika sentral,zeitgeist ciri pendefinisian dari postmodernisme,
3. Kaitan postmodernismedengan revivalisme etno –religius atau fundamentalism perlu ditelaah oleh ilmu social dan politik.
4. Walaupun apokaliptiknya klaim itukontinuitas dengan masa lalau tetap merupakan ciri khas postmodernisme
5. Karena sebagai penduduk menempati wilayah perkotaan dan sebagaian besarlagi dipengaruhi ide-ide yang berkembang dalam wilayah ini.
6. Terdapat elelemen kelas dalam postmodernisme dan demokrasi merupakan syarat mutlak bagi perkembangan.
7. Postmodernisme memberikan peluang bahkan mendorong penjajaran wacaan ekletisme berlebih-lebihan,percampuran berbagai citra.
8. Ide tentang bahasa sederhana terkadang terlewatkan oleh ahli postmodernismemeskipun mereka mengklaim dapat menjangkaunya.
o Tokoh
• Jean Francois Lyotard (10 Agustus 1924 – 21 April 1998)
Lyotar dianggap sebagai pentolan postmodenisme nomar wahid.” The postmodern condition : A report on knowledge (1984)
• Jacques Deridda (15Juli 1930 -9 Oktober 2004)
Gagasan pokok Derrida adalah dekontruksi ia berambisi meruntuhkan semua sistem filsafat (berpikir)yang ada
• Michael Foucalt (15Oktober 1926-25 Juni 1984)
Gagasan faucalt adalah tentang hubungan pengetahuan dan kekuasaan, baginya kekuasaan dan pengetahuan ibarat dua sisi mata uang yang sama (two sides of the same coin)
• Jean Baudrillard (27 Juli 1929 -6 maret 2007)
Berbeda dengan ltyotard, derrida, dan Faucalt yang bermain dalam rananh epistemology Jean Baudrillard mengkaji dalam dimensi postmodernisme yang nyata yaitu kebudayaan.
2. Cultural Studies
o Kegalauan Sematik
Kebudayaan (culture) kata bambanag dalaha salah satu dari dua tiga istilah yang paling rumit dalam bahasa inggris ia bukan lagi monopoli kajian antropologi.Awalnya culture berarti pengolahaan tanah. Perwatan dan pengembangan hewan ternak.ia kemudian berkembang menjadai gagasan tentan keunikan adat istiadat suatu masyarakat.
Menurut wiliam kajian budaya meliputi enam point
1. Instituisi-instituisi yang memproduksi keseniansdan kebudayaan
2. Formasi-formasi oendididkan gerakan dan faksi-faksi dalam produksi kebudayaan
3. Bentuk-bentuk produksi termasuk segala manifestasinya
4. Identifikasi dan bentuk-bentuk kebudayaan ternaasuk kekhususan produk-produkkebudayaa,tujuan-tujuan estetisnya
5. Reproduksinya dalam perjalanan ruang dan waktu
6. Cara perorganisasianya
o Sejarah
o Salah satu pemicu munculya culture studies adalah gagalnya teori karl max. bahwa akan muncul revolusi yang dilakukan kaum proletar.
o Definisi
Cultural studies merupakan titik atas definisi budaya yang mengarah pada “the complex world we all encounterand throught which all move.
o Asumsi Dasar
Seacara singkat asumsi cultural studies terdii dari pertamwa,culture pevades and invades all facets of hman behavior. Kedua people part of a his hierarchical of power.
o Paradigma
Ciri pertama cultural studies adalah menempatkan teori kritis sebagai basis analisis
o Tokoh Kunci
Dalam ilmu komunikasi kita mengenal Claude Shanon, Nobert Wiener,Harold D Laswell, Kurt Lewin, Carl Hovland, daqn paul F Lazarsfeld sebagai perintis.
BAB III
KEMUNCULAN JURNALISME BARU
A. Jurnalisme dan Citizen Journalism
Citizen journalism merupakan gagasan yang ditemukan jay rosen,Pew Research Center dan Poynter institute.
Steve outing mengemukakan dalam The 11 layers of citizen journalism.bahwa dalam langkah journalism warga adalah opening up to public comment the citizen add-on reporter the citizen bloghouse, now we’re getting serious: open-source reporting, newsroom citizen “transparency” blogs, the stand –alone citizen-journalism site: edited version (stand alone citizen journalism) the satand alone citizen journalism site: unedited version (stand alone citizen journalism) dan add print edition.sesungguhnya hal yang terpenting dalam jurnalisme warna ini adalah kreasi sendiri
o Koptasi media
B. Jurnalisme dan Ideologi
Dalam Ideologi terdapat tiga aspek yaitu sistem kepercayaan,proyeksi social, dan relasi social.
C. Jurnalisme dan Konvergensi Media
Konvergensi adalah perubahana teknologi, industry, budaya dan sosiall dalam lingkaran media termasuk di dalamnya budaya kita.
o Jurnalistik Interpretatif
Konvergensi bukan hanya penyatuan konten sebuah berita bisa munculdi berbagai media yang berada dalam satu perusahaan, tetapi juga penyatuan dalm satu induk perusahaan media.MNC group contohnya menaungi RCTI,Global TV,MNC,Koran Sindo,Okezone.com dan sebagainya
Konvergensi juga merupakan aplikasi dari teknologi digital yaitu : integrasi teks,suara,angka dan gambar.
D. Jurnalisme dan Krisis Berita
E. Jurnalisme dan Media Baru
o Krisis Jurnalistik
o Waktu dan Jurnalisme
o Internet dan Jurnalisme
F. Jurnalisme dan Pencarian Core Mining
Komunikasi mengenal dua mazhad yakni aliran penyampaia pesan (mazhad transmisi) dan aliran pertukaran makna (mazhab semiotika)
Aliran penyampaina pesan adalah yang tertu. Makanya komunikasi selalu di identikan dengan penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan elemen komuniksi laian pada mazhab penyampaina pesan adalah media.noise,feedback dan sebagainya.
G. Jurnalisme dan Pertukaran Makna
Berita adalah tulisan,tayangan atau siaran tentang fakta dan satu peristiwa atau kejadian yang dimuat atau disiarkan oleh media massa dengan menggunakn konstruksi 5W+1H (what,why, who,where,danwhen,serta how) jadai jika ada fakta dari kejadian yang tidak disebarkan melalui media massa ia bukan berita.secara sederhan berita adalah terminology mutlak milik media massa (majalah,tabloid, surat kabar,televisi,situs,dan sebagainya,)
H. Jurnalisme Interpretatif
Sebuah model jurnalistik yang berbasis penafsiran terhadap fakta yang terdapat dalam sebuah peristiwa,suatu Pengembangan dari sebuah peristiwa. Dalam jurnalisme model ini,fakta ataui peristiwa hanya sebagai cantolan berita.
Contoh model Interpretatif.
Contoh kasus kosrupsi suap Ketua SKK migas Rudi Rubiandini.dia menjadi headline diberbagai media empat Koran pada tanggal 14 agustus 2013.Keempat Koran nasional tersebut adalah Koran TEMPO,Koran Sindo, Koran Kompas, dan Media Indonesia.
o Berita sebagai Rekontruksi realitas
o Korupsi dan kekuasaan
o Korupsi sebagai komoditas berita
o Wacana ,Jurnalisme dan pembingkaian
I. Jurnalisme, Agama dan Pertanggung Jawaban
o Pertanggung jawaban
o Pers Pancasila.
Dalam disiplin ilmu komunikasi dikenal empat teori pers. Hal iniberangkat dari pemetaan Fred S. Siebert, Theodore Peterson dan Wilbur Schramm dalam bukunya four theories of the press. Keempat teori tesebut adalah teori pers otoriter,teori pers liberal,teori pers tanggung jawab social dan teori pers komunis uni soviet.
Namun di Indonesia ada satu teori pers lagi yaitu teori pers pancasial.